Saturday, June 2, 2018

Ketika Baju Yang Rasulullah Berikan Untuk Pengemis Kembali Lagi


Suatu hari ada seorg pengemis mengetuk pintu rumah Rasulullah saw. Pengemis itu berkata : "Saya pengemis ingin meminta sedekah dr Rasulullah." Rasulullah bersabda : "Wahai Aisyah berikan BAJU itu kpd pengemis itu". Sayyidah Aisyah pun akhirnya melaksanakan perintah Nabi SAW. Dgn hati yg sgt gembira, pengemis itu menerima pemberian beliau & langsung pergi ke PASAR serta berseru di keramaian org di pasar :

"Siapa yg mau membeli baju Rasulullah? "Maka dgn cepat berkumpullah org2 & semua ingin membelinya. anabustami.blogspot.com

Ada seorg yg buta mendengar seruan tsbt, lalu menyuruh budaknya agar membelinya dgn harga berapa pun yg di minta & ia berkata kpd budaknya : Jika kamu berhasil mendptkannya, maka kamu MERDEKA.
Akhirnya budak itu pun berhasil mendptkannya. Kemudian di serahkan baju itu pd tuannya yg buta tadi. Alangkah gembiranya si buta tsbt,
dgn memegang baju Rasulullah SAW yg dia dpt. Org buta tsbt kemudian berdoa & berkata :

"Yaa Rabb dgn hak Rasulullah & berkat baju yg suci ini maka KEMBALIKANLAH PENGLIHATAN KU".
MaaSyaa Allah...
dgn izin Allah spontan si buta tsbt dpt melihat kembali. Keesokan harinya, ia pun pergi menghadap Rasulullah SAW dgn penuh gembira & berkata :

Wahai Rasulullah... pandangan ku sudah kembali & aku kembalikan baju anda sbg hadiah dr ku". Sblmnya org itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullah SAW pun tertawa hingga tampak gigi gerahamnya. newstribunakurat.com
Kemudian Rasulullah bersabda kpd Sayyidah Aisyah :

"Perhatikanlah baju itu wahai Aisyah, dgn berkah-Nya BERSEDEQAH tlh mengkayakan org yg miskin, menyembuhkan yg buta, memerdekakan budak & kembali lagi kpd kita".

Subhanallah...

Al-Imam as-Suyuti menyebutkan dlm salah satu kitabnya bahwa pahala SHADAQAH itu ada 5 macam :

أَنَّ ثَوَابَ الصَّدَقَةِ خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ : وَاحِدَةٌ بِعَشْرَةٍ وَهِيَ عَلَى صَحِيْحِ الْجِسْمِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِيْنَ وَهِيَ عَلَى الْأَعْمَى وَالْمُبْتَلَى ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةٍ وَهِيَ عَلَى ذِي قَرَابَةٍ مُحْتَاجٍ ، وَوَاحِدَةٌ بِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى الْأَبَوَيْنِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى عَالِمٍ أَوْ فَقِيْهٍ اهـ
(كتاب بغية المسترشدين)

"Sesungguhnya pahala bersedekah itu ada lima (5) kategori :

1. Satu di balas sepuluh (1 : 10) iaitu bersedekah kpd org yg sihat jasmani.

2. Satu di balas sembilan puluh (1 : 90) iaitu bersedekah terhadap org buta, org cacat @ tertimpa musibah, tmsk anak yatim & piatu.

3. Satu di balas sembilan ratus (1 : 900) iaitu bersedekah kpd kerabat kaum keluarga serta saudara.

4. Satu di balas seratus ribu (1 : 100,000) iaitu sedekah kpd kedua org tua.

5. Satu di balas sembilan ratus ribu (1 : 900,000) iaitu bersedekah kpd org yg alim @ ahli fiqh/fekah.

[Kitab Bughyatul Musytarsyidin]

Semoga Allah SWT memudahkan kita utk bermurah hati, suka bersedekah dgn ikhlas. Aamiin...

Habib Ali Zainal Abidin.

Kisah Anak Durhaka Yang diBayar Secara Tunai Oleh Allah



Kisah Nyata :
ALLAH BAYAR SECARA TUNAI

Dikisahkan oleh seorang ustadz dinegeri Jiran (kisah nyata)

Satu hari saya pergi ke satu Rumah Panti Jompo,
Seorang sahabat meminta bantuan,
Agar saya dapat menyalurkan bantuan kepada orang miskin,

Saya belikan kain sarung,
Beli roti,
Dll,
Saya pun pergi ke Panti Jompo yang saya kenal,
Tak usah saya sebut namanya,

Saat sampai kendaraan kami di perkarangan Panti Jompo tsb,
Tiba-tiba ada seorang ibu tua berlari dari asrama (panti) mendekati saya,
.
"Ye...
Ye...
Anak aku datang,
Anak aku datang,
Senangnya anak aku datang..."

Saya tak mengenal beliau siapa,
Ibu itu memeluk saya,
Dia cium saya,

0rang tua itu berkata...

"Nak...
Kenapa tinggalkan ibu disini nak,
Ibu mau pulang...
Ibu rindu rumah kita..."

Saya waktu itu...
Hampir tak bisa berkata-kata,
Ya Allah...
Saya coba mengucapkan kata...

"Bu..."

Saya pegang tanganya,
Saya lihat mukanya,
Dia bilang...

"Sampai hati nak,
Kau tak mengaku aku ini ibu kau..."
anabustami.blogspot.com

Bisa saya bayangkan,
Bagaimana perasan beliau begitu rindu pada anak nya,
Saya coba berpura-pura,
Seolah-olah saya anaknya, saya berkata...

"Bu...
Maafkan saya ya..."

Saya pegang tangannya, saya ajak duduk atas kursi,
Saya ambil roti, dl
Dan saya suapkan ke mulutnya,
Tak terasa menetes air mata dipipi,

Mencoba bayangkan,
Hati seorang ibu yang rindu kepada anaknya,
Bila kita anaknya,
Mengambilkan sepotong roti,
Kita suapkan kemulutnya,
Bagaimana perasaan beliau ?
Bagaimana perasan kita ?
newstribunakurat.blogspot.com

Saya coba usap air matanya yang meleleh dipipi,
Dia pegang tangan saya,
Subhana Allah...
Saya bisa merasakan bagaimana perasaan beliau yang begitu rindu kepada anaknya,

Saat saya hendak pulang,
Dia pegang kaki saya sambil berkata...

"Nak...
Jangan tinggalkan ibu nak,
Ibu mau balik,
Ibu mau pulang..."

Akhirnya saya minta izin dengan pihak pengawas panti di situ,
Melihat data beliau ternyata anaknya ada 5 orang,
Yang paling besar bergelar Tan Sri,
0rangnya memang kaya,
Punya nama besar,
Dan hebat orangnya,

Waktu saya izin pulang,
Dia pegang baju saya,
Dia bilang mau ikut saya pulang,
Saya bilang
"Di mobil ada banyak barang",
"Tak apa kata ibu itu,
Saya duduk sama barang-barang,
Itu"...

Akhirnya saya izin ke pengelola panti untuk membawa ibu itu selama 5 hari saja,

Pulang ke rumah saya,
Sholat Subuh saya jadi Imam dia makmum di belakang,
Saya baca doa, sl
Saya tengok air mata beliau jatuh,
Selesai doa saya salami beliau,
Saya cium tangannya,
Saya bilang...

"Bu...Maafkan saya ya..."

Waktu itu,
Saya tak membayangkan,
Kalau ibu saya sudah meninggal,
Tapi saya bayangkan ibu ini adalah ibu saya,
Sebab dia rindu pada anak-anaknya,

Di hari ketiga di rumah saya,
Waktu Sholat Isya',
Selesai doa saya salami beliau,
Dia lapisi tangannya dengan kain mukena-nya,
Dia salam,

Saya bilang...

"Bu...
Kenapa ibu lapisi tangan ibu ?,
2 hari yang lalu ibu salam,
Ibu tak lapisi tangan ibu dengan saya,
Kenapa hari ini ibu lapisi tangan ?"

Dia bilang...

"Ustaz...
Kau bukan anak saya kan..."

Subhanaallah...
Tiba-tiba dia sebut nama saya "Ustaz",
Saya bilang...

"Kenapa ibu panggil saya ustaz ?
Saya anak ibu..."

Dia berkata...

"Bukan...
Kalau anak saya dia tak akan seperti ini,
Kalau anak saya dia tak akan jadi imam saya,
Kalau anak saya dia tak akan suap saya makan..."

Bayangkan sahabat-sahabat bagaimana perasaan ibu ini,
Spontan saya pegang dia,
Saya peluk dia,
Saya menangis,
Saya bilang...

"Bu...
Walaupun bukan ibu saya,
Tapi saya sayang ibu seperti ibu saya..."

Saya pegang tangan ibu ini...
Walaupun bukan ibu saya,
Tapi saya tahu hatinya sangat rindu dekat dengan anaknya,
Waktu itu saya pandang wajahnya,
Saya bilang...

"Bu...
Walaupun ibu saya telah tiada,
Tapi ibu boleh ganti menjadi ibu saya,
Ibu duduklah di sini..."

Saat makan,
Saya suapkan nasi ke mulutnya,
Dia muntahkan balik makan dari mulutnya,

Saya tanya...

"Kenapa bu ?"

Tiba-tiba saya lihat wajahnya pucat,
Saya angkat dia,
Panggil ambulan antar ke rumah sakit,

Waktu di RS,
Saya ambil kepalanya dan saya rebahkan ibu ini,
Dia pegang tangan saya dia berkata...

"Ustaz...
Kalau saya mati,
Tolong jangan beritahu sorang pun anak saya,
Kalau saya sudah mati,
Jangan beritahu mereka di mana makam saya,
Kalau mereka tahu di mana kubur saya,
Jangan izinkan dia pegang batu nisan saya..."

Saya pegang beliau saya berkata...

"Bu...
Jangan ngomong seperti itu,
Bu..."

Isteri saya menangis di sebelah,
Anak saya menangis di sebelah memegang dia,
Kami pegang dia...

"Bu...
Jangan ngomong seperti itu,
Bu..."

Dia geleng kepala,
Rupa-rupanya itulah saat penghujung hayatnya,
Akhirnya dia pun meninggal di atas ribaan saya di rumah sakit itu,

Dia meninggal dalam pelukan saya,
Saya doakan Ibu Hajjah Khalijah ini ruhnya mudah-mudahan bersama Salafusoleh,

Sahabat,
Bila kita masih ada ibu,
Tolonglah taat pada ibu kita,
Jangan durhaka pada ibu kita,
Jangan tinggalkan dia di Panti Jompo,
Saat ibu kita sakit kita jaga dia,
Pijat-pijat kepala dan kaki ibu kita...

Sahabat-sahabat coba tanya ibu kita...

"Bagaimana penderitaan ibu saat mengandung saya dulu ?
Bagaimana sakitnya ibu saat melahirkan saya dulu ?"

Tanya ibu kita sahabat-sahabat sekalian...
Kalau kita tanya sudah tentu air mata ibu kita akan jatuh,
Karena itu sahabat-sahabat suapkanlah makanan pada ibu kita...

Sahabat-sahabat semua...
Selepas wafatnya ibu ini, ternyata berita kematiannya sampai juga kepada anaknya yang sulung,
Anak dia terus telefon saya...

Apa anaknya bilang pada saya...

"Saya akan bawa anda ke pengadilan,
Saya akan tuntut anda telah membawa keluar ibu saya dari dari Panti Jompo"...

3 tahun dia titipkan ibunya di Panti,
Dia tak pergi lihat,
Sebab itu ibunya rindu,
Hingga ibu itu tak bisa membedakan saya dengan anaknya...

Akhirnya saya tunggu,
Tunggu punya tunggu tidak ada kabar hampir setahun lebih,
Saya pergi ceramah di Masjid di daerah pecinaan,
Selesai saya ceramah datang seorang lelaki memeluk saya,

Menangis dalam masjid,
0rang dalam masjid heran,
Ada apa ini,
Saya tanya pada dia...

"Pak,
Ada apa ini ?
Ada masalah apa...?"

Dia berkata dalam keadaan menangis...

"Ustaz...
Tolong kasih tahu di mana makam ibu saya ustaz ?
Tolong kasih tahu di mana kubur ibu saya ?"...

Saya bilang...

"Kenapa hari ini baru tanya kubur ibu kamu ?"...

Dia bilang...

"Tolonglah ustaz...
Saya mau jumpa ibu saya ustaz,
Sayalah orang yang bergelar Tan Sri yang mau menuntut ustaz saat itu...
Saya sekarang ini sudah bangkrut ustaz,
Isteri saya mati kecelakaan,
Rumah disita bank,
Mobil mewah saya semua dah disita bank,
Tinggal 1 saja,
Motor tua itu..."

Saya berkata...

"Saya bisa tunjukkan makam ibu kamu,
Tapi dengan 1 syarat,
Kamu jangan pegang batu nisan ibu kamu..."

Sampai di pemakaman,
Tak sempat saya turun dari mobil,
Dia turun duluan,
Saya lihat didepan mata saya sendiri dia jatuh tersungkur tangan nya menjadi hitam,
Mulutnya tertarik sebelah yang tadi awalnya tangan dan mulutnya baik-baik saja,
Sambil memanggil-manggil...

"Ibu...
Ibuuu...
Ibuuuuu..."

Tiba-tiba saya angkat dia tak jauh dari makam ibunya belum sampai ke kubur ibunya,
Dia sudah hembuskan nafas terakhir disamping makam ibunya...

Allahu Akbarrr...

Mengucap panjang saya...
Allah SWT tunjukkan kepada saya,
Dikehidupan ini balasan anak yang durhaka pada ibu dan ayahnya,

Semoga kisah ini menjadi pelajaran di luar sana,
Ambillah iktiar dari kisah di atas,.

"Dan apabila mata ibumu sudah tertutup,
Maka hilanglah satu keberkatan disisi Allah SWT.
Yaitu *Doa* seorang Ibu.

Bagikan bila bermanfaat . . .


Monday, May 21, 2018

Cara Rasulullah Memuliakan Sahabatnya


            Semakin tinggi derajat seseorang, semakin pula ia dihormati. Tapi Rasulullah punya nilai lebih. Sebagai manusia yang maksum dan pembawa risalah suci, sudah sepantasnya Baginda Nabi Muhamad shallallâhu ‘alaihi wasallam mendapat pemuliaan yang tinggi dari sahabat-sahabatnya. Namun nyatanya, justru Rasulullah-lah yang terdepan meneladankan sikap itu kepada mereka. Beliau yang enggan dihormati tampil sebagai sosok sangat menghormati orang lain. anabustami.blogspot.com

Tentang hal ini ada sebuah kisah yang diriwayatkan Imam ath-Thabrani. Suatu kali Rasulullah menggelar sebuah pertemuan dengan para sahabatnya. Yang hadir cukup ramai, sehingga majelis itu terlihat sesak.
Di tengah padatnya peserta forum, Jarir bin Abdullah datang terlambat. Tentu ia tak mendapat jatah tempat duduk. Rasulullah yang mengetahui kondisi Jarir segera menggelar jubahnya lalu menyuruh Jabir duduk di atasnya.

Hati Jarir terenyuh menyaksikan akhlak luar biasa Rasulullah. Alih-laih mau duduk di atas pakaian Nabi, ia malah mengambil pakaian tersebut, mengangkatnya, lalu menciumnya sambil menangis tersedu-sedu. Batin Jarir, bisa-bisanya Rasulullah begitu menghormati dirinya di depan para sahabat yang lain padahal dia telat?
“Saya tak akan duduk di atas pakaianmu (ya Rasulullah). Semoga Allah memuliakanmu sebagaimana engkau memuliakan diriku,” kata Jarir yang haru campur kagum dengan sifat Rasulullah. newstribunakurat.blogspot.com

Rasulullah adalah sosok yang tak gandrung dengan penghormatan. Beliau lebih sering melayani ketimbang dilayani. Nabi menjahit pakaiannya sendiri yang bolong. Menyelesaikan keperluannya tanpa merepotkan orang lain. Pribadinya yang tawaduk juga enggan bila tangannya dicium, meski bukan berarti mengharamkannya. Demikianlah Rasulullah, puncak kemuliaannya tampil sempurna justru dalam kerendahhatiannya . (Mahbib)

Sunday, April 8, 2018

Kekhawatiran Abdurrahman bin Auf Akan Wafatnya Rasulullah


Satu ketika sahabat Abdurrahman bin Auf mendapati Rasulullah berjalan sendirian. Dari jarak yang tak jauh ia mengikuti beliau hingga kemudian memasuki sebuah kebun kurma.
Ketika Rasul berada di tengah kebun itu tiba-tiba beliau bersujud, entah mengapa. Sementara Abdurrahman bin Auf terus memperhatikannya. Ia sempat menunggu beberapa lama berharap Rasulullah segera menyudahi sujudnya. Namun harapannya tak segera terwujud. Rasulullah begitu lama dalam sujudnya.
Air mata Abdurrahman mulai meleleh. Ia menangis. Ada kekhawatiran dalam dirinya pada diri kekasihnya. “Adakah Rasulullah meninggal dunia dalam sujudnya itu? Adakah aku tak akan pernah lagi melihatnya untuk selamanya?” dalam takutnya ia mengira.
Syukurlah, apa yang dikhawatirkannya tak benar. Dilihatnya Rasulullah bangkit dari sujudnya dengan wajah berseri-seri. Abdurrahman bin Auf segera mendekati beliau.
“Ada apa denganmu wahai Abdurrahman?” tanya Rasulullah yang melihat sahabatnya berlinang air mata.
Maka Abdurrahman pun menceritakan ihwalnya. Mulai dari awal mengikuti perjalanan beliau sampai adanya kekhawatiran kalau-kalau beliau telah dicabut ruhnya oleh Allah subhânahu wa ta’âlâ .
Atas kekhawatiran sahabatnya itu maka Rasulullah menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya. “Barusan malaikat Jibril mendatangiku,” ujarnya. “Kepadaku ia mengatakan, aku sampaikan kepadamu kabar gembira bahwa Allah menyatakan, ‘Barangsiapa yang bershalawat kepadamu maka Aku bershalawat kepadanya. Dan barangsiapa yang bersalam kepadamu maka aku bersalam kepadanya.’ Karena kabar dari Jibril itulah maka aku bersujud sebagai rasa syukurku kepada Allah.”
Kisah di atas banyak direkam oleh para ulama hadits di dalam kitab-kitab mereka. Di antaranya oleh Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya:
ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦِ ﻋَﻮْﻑٍ، ﻗَﺎﻝَ : ﺧَﺮَﺝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻓَﺘَﻮَﺟَّﻪَ ﻧَﺤْﻮَ ﺻَﺪَﻗَﺘِﻪِ ﻓَﺪَﺧَﻞَ، ﻓَﺎﺳْﺘَﻘْﺒَﻞَ ﺍﻟْﻘِﺒْﻠَﺔَ ﻓَﺨَﺮَّ ﺳَﺎﺟِﺪًﺍ، ﻓَﺄَﻃَﺎﻝَ ﺍﻟﺴُّﺠُﻮﺩَ ﺣَﺘَّﻰ ﻇَﻨَﻨْﺖُ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻗَﺒَﺾَ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻓِﻴﻬَﺎ، ﻓَﺪَﻧَﻮْﺕُ ﻣِﻨْﻪُ، ﺛُﻢَّ ﺟَﻠَﺴْﺖُ ﻓَﺮَﻓَﻊَ ﺭَﺃْﺳَﻪُ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ‏« ﻣَﻦْ ﻫَﺬَﺍ؟ ‏» ﻗُﻠْﺖُ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ، ﻗَﺎﻝَ : ‏« ﻣَﺎ ﺷَﺄْﻧُﻚَ؟ ‏» ﻗُﻠْﺖُ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺳَﺠَﺪْﺕَ ﺳَﺠْﺪَﺓً ﺧَﺸِﻴﺖُ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻗَﺪْ ﻗَﺒَﺾَ ﻧَﻔْﺴَﻚَ ﻓِﻴﻬَﺎ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : " ﺇِﻥَّ ﺟِﺒْﺮِﻳﻞَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻼﻡُ، ﺃَﺗَﺎﻧِﻲ ﻓَﺒَﺸَّﺮَﻧِﻲ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻳَﻘُﻮﻝُ : ﻣَﻦْ ﺻَﻠَّﻰ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺻَﻠَّﻴْﺖُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ، ﻭَﻣَﻦْ ﺳَﻠَّﻢَ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﺳَﻠَّﻤْﺖُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ، ﻓَﺴَﺠَﺪْﺕُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﺷُﻜْﺮًﺍ "
Artinya: “Dari Abdurrahman bin Auf ia berkata, Rasulullah pergi menuju ke arah kebun yang disedekahkan olehnya. Kemudian beliau memasukinya, menghadap ke arah kiblat lalu tersungkur bersujud. Beliau begitu lama bersujud sampai aku mengira bahwa Allah telah mengambil ruhnya di dalam sujudnya. Aku mendekati beliau dan duduk. Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan berkata, ‘Siapa ini?’ Aku menjawab, ‘Abdurrahman.’ Beliau bertanya, ‘Ada apa denganmu?’ Aku menjawab, ‘Ya Rasul, engkau bersujud begitu lama. Aku khawatir Allah telah mengambil nyawamu dalam sujud itu.’ Rasulullah bersabda, ‘Jibril mendatangiku dan memberi kabar gembira kepadaku. Ia berkata, bahwa Allah berfirman, ‘Barangsiapa yang bershalawat kepadamu maka Aku bershalawat kepadanya, dan barangsiapa bersalam kepadamu maka Aku bersalam kepadanya’. Maka aku bersujud sebagai rasa syukur.”
Dari cerita hadits tersebut dapat kita pahami bahwa bagi Rasululah adanya Allah bershalawat dan bersalam kepada umatnya adalah sesuatu yang luar biasa yang tak terkira nilainya bagi siapa saja yang menerima shalawat dan salam dari Allah itu. Ini bisa dilihat dari bagaimana beliau mengekspresikan rasa syukurnya dengan bersujud yang cukup lama sampai-sampai sahabat Abdurrahman bin Auf merasa khawatir akan meninggalnya rasul tercinta itu.
Para ulama menuturkan bahwa ketika Allah bershalawat kepada hamba-Nya itu berarti Allah memberikan rahmat kasih sayang-Nya kepada sang hamba. Padahal dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa seorang yang bershalawat satu kali kepada Baginda Rasul maka ia akan dishalawati oleh Allah sebanyak sepuluh kali. Artinya ia mendapat sepuluh rahmat dari Allah. Bila berhitung demikian, lalu bagaimana bila seseorang memperbanyak bacaan shalawat? Bukankah ia tidak sekedar menerima sepuluh-dua puluh rahmat, tapi ia tercurahi oleh rahmat Allah?
Untuk bisa menggambarkan betapa berharganya rahmat Allah bagi seorang hamba dapat dibuat sebuah gambaran. Seseorang yang mendapat hadiah dari seorang walikota tentunya akan merasa senang dengan hadiah tersebut. Sementara orang yang menerima hadiah dari seorang gubernur apalagi presiden mestinya dia akan lebih senang lagi dengan hadiah yang ia terima. Bukan karena begitu mahal dan bagusnya hadiah yang diberikan, tapi karena jabatan orang yang memberikan. Semakin besar, tinggi dan mulia jabatan serta kedudukan orang yang memberi hadiah akan semakin membuat senang orang yang menerima hadiah.
Lalu bagaimana bila hadiah itu diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya? Bukankah Dia lah yang paling tinggi kedudukannya di alam semesta ini? Bila hadiah yang diberikan oleh seorang pejabat saja mampu membuat orang bersuka cita, maka tidakkah umat Baginda Muhammad bersuka ria dengan hadiah shalawat yang diberikan sang Pencipta?
Hadiah dari seorang pejabat bukan karena bagus dan mahalnya hadiah itu, tapi karena jabatan pemberinya. Sedangkan hadiah dari Allah bukan saja karena siapa pemberinya, namun juga karena nilai hadiahnya yang menghantarkan pada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akherat penerimanya.
Bagaimana dengan salamnya Allah bagi para pembaca shalawat?
Pernahkah Anda menerima kiriman salam dari kekasih tercinta? Ketika Anda jatuh hati pada lawan jenis yang dipuja, lalu darinya Anda mendapatkan salam, tidakkah hati Anda berbunga-bunga?
Lalu bagaimana bila yang mengirim salam kepada Anda adalah Dzat yang Pengasih lagi Penyayang dengan segala kasih dan sayang? Tidakkah menerima salam dari-Nya lebih berbunga-bunga dari menerima salam dari gadis atau jejaka pujaan?
Juga ketika Anda didoakan keselamatan oleh seorang kiai misalnya, bukankah Anda akan merasa bahagia mengingat yang mendoakan adalah seorang yang diyakini memiliki kedekatan dengan Dzat yang memberikan keselamatan? Bila demkian adanya, lalu bagaimana bila yang bersalam kepada Anda adalah Dzat Sang Penyelamat itu sendiri?
Barangkali alasan-alasan yang demikian itu yang menjadikan Rasulullah begitu bergembira hingga merasa perlu bersyukur dengan sujud yang lama. Beliau berbahagia bila umatnya diperlakukan dengan begitu mulia oleh Allah hanya dengan sebuah amalan yang secara kasat mata begitu ringan dilakukan.
Lalu bagaimana dengan diri sang umat? Adakah shalawat dan salam Allah itu dirasa sebagai anugerah yang luar biasa, yang karenanya kemudian mereka berlomba untuk sebanyak-banyak bershalawat kepada nabinya? Adakah setiap harinya mereka memperbanyak bacaan shalawat sebagai rasa hormat dan terima kasih pada sang nabi, dan juga demi keselamatan dan kebahagiaan mereka sendiri di dunia dan akherat kelak? Wallahu a’lam . (Yazid Muttaqin)

Sunday, April 1, 2018

Ummi Maktum Wanita Buta Berderajat Mulia


              Apakah anda masih ingat kisah yang tertuang dalam surat ‘Abasa, tentang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang sengaja mengabaikan Ibnu Ummi Maktum, seorang tunanetra yang menemui beliau untuk meminta pengajaran Islam darinya? Sungguh, Allah segera menegur Rasul-Nya yang mulia itu dengan menurunkan surat ini, membuat baginda Rasulullah mengerti bahwa beliau merupakan utusan-Nya bagi seluruh kaum, baik yang sempurna maupun yang cacat.

            Pertanyaannya, siapakah jati dirinya yang sebenarnya? Sahabat Rasulullah yang satu ini memang bukan orang yang terkenal. Ia bukan seorang petinggi suatu suku, bukan penyair hebat dan bukan pula pria yang gagah perkasa. Ia hanyalah seorang rakyat biasa di tengah-tengah hiruk pikuk kota Mekkah, yang berjuang untuk menghidupi dirinya seorang.

            Mengenai namanya, masih ada perselisihan di antara kaum muslimin. Penduduk kota Madinah berpendapat bahwa namanya ialah Abdullah bin Ummi Maktum, tetapi orang Iraq berpendepat berbeda namanya adalah ‘Amru bin Ummi Maktum. Walau begitu, mereka semua sepakat bahwa nama ibunya adalah Atikah binti Abdullah bin Ma’ish. Ya, ia adalah putra dari bibi Siti Khadijah binti Khuwalid. kumpulpaytren.blogspot.com

           Ibnu Ummi Maktum memang buta sejak lahir. Penduduk kota Mekkah kala itu mengenal pribadinya sebagai orang yang ulet mencari rezeki dan belajar mengenai berbagai macam ilmu pengetahuan. Sebagai ganti penglihatannya, ia diberkahi daya ingat yang kuat, sehingga segala sesuatu yang ia dengar dari orang-orang akan ia ingat dalam waktu yang lama.

            Suatu ketika, terdengar kabar bahwa semakin banyak penduduk kota Mekkah yang pergi menemui seorang mulia lagi terpecaya untuk belajar mengenai kabar langit secara sembunyi-sembunyi. Dialah Nabi Muhammad, sang Al-Amin, sang Rasulullah. Tertarik, Ibnu Ummi Maktum yang selalu mencintai keilmuan segera mengambil tongkatnya dan pergi menemui beliau.

            Di luar dugaan, apa yang ia dengar langsung dari Rasulullah justru lebih dahsyat ketimbang apa yang dibicarakan orang-orang sebelumnya. Setelah puas dihinggapi rasa takjub lagi kagum, ia pun menggenggam lengan Rasulullah yang saat itu sedang berusaha keras menyampaikan risalah Islam kepada para petinggi Quraisy, seraya berkata, “Tolong ajarkan kepadaku apa yang telah diajarkan Tuhanmu kepadamu!” newstribunakurat.blogspot.com
Tersinggung karena disela di tengah-tengah ucapannya, Rasulullah tak menghiraukan Ibnu Ummi Maktum dan berpaling dengan mengerutkan wajahnya. Beliau kembali melayani tamu-tamu kehormatannya sampai pertemuan itu usai. Ketika Rasulullah hendak beranjak pergi, maka turunlah surat ‘Abasa ayat 1, “Dia (Muhammad) berwajah masam dan berpaling.”

           Hati Rasulullah segera mencekik. Nuraninya berontak. Rasulullah segera memohon ampun kepada Allah atas kesalahan yang telah ia perbuat kepada seorang manusia yang membutuhkan pentujuknya untuk mengenal Allah. Maka, bergegaslah Rasulullah menemui Ibnu Ummi Maktum dan memberikan pedoman hidup yang lurus kepadanya; Al-Quran. Dan setelahnya, Rasulullah amat memuliakan sahabatnya yang buta ini dengan menyapanya, “Selamat datang, wahai orang yang dititipkan Tuhanku untuk diperlakukan baik!” Sungguh mulia Ibnu Ummi Maktum di mata beliau.

           Dalam kehidupan pasca-Islam, Ibnu Ummi Maktum dikenal sebagai orang yang amat mencintai Allah serta Rasul-Nya. Dalam suatu riwayat, dikisahkan bahwa ia pernah tinggal di rumah seorang wanita Yahudi, bibi seorang Anshar. Wanita itu baik hati dan melayani makan-minumnya. Sayang, mulutnya tak pernah henti untuk menghina orang-orang yang dicintai oleh Ibnu Ummi Maktum. Tak sabar, Ibnu Ummi Maktum menegurnya beberapa kali, namun tak diindahkan oleh wanita Yahudi itu. Terpaksa, Ibnu Ummi Maktum memukulnya. Ternyata, pukulan itu mematikan dan perkara ini dilaporkan kepada baginda Rasul.
“Mengapa kau bertindak demikian?” tanya Rasulullah kepadanya.
“Wahai Rasulullah, sungguh ia seorang wanita yang berbudi baik kepadaku, namun mulutnya senantiasa mencela Allah dan Rasul-Nya, maka terpaksalah aku memukulnya untuk menghentikannya, namun kiranya ajal telah menjemputnya,” bela Ibnu Ummi Maktum.
“Sungguh, Allah menghalalkan darahnya.”

          Tak sampai di situ saja, kecintaannya kepada Allah Subhanhu Wa Ta'ala ia buktikan dalam berbagai bentuk partisipasinya dalam peperangan. Suatu ketika, saat pasukan muslimin berangkat menuju Al-Qadisiyah, Ibnu Ummi Maktum bertemu dengan sang komandan perang, “Wahai kekasih Allah, sahabat Rasulullah, pahlawan perang, serahkan bendera perang itu padaku. Aku seorang buta, tak mungkin bisa lari. Nanti, tempatkanlah aku di antara kedua pasukan yang berperang.”
Menurut Qatadah, Anas bin Malik berkata, “Dalam perang Al-Qadisiyah, Abdullah bin Ummi Maktum memegang bendera perang hitam dan mengenakan baju besi.” Dan berdasarkan riwayat, Ibnu Ummi Maktum tidak meninggal di medan perang, melainkan di Madinah. Semoga Allah merahmatinya. anabustami.blogspot.com

             Setelah menyaksikan kesungguhan perjuangan seorang tunanetra ini dalam berjihad di jalan Allah, adakah argumen yang dapat memenangkan kemalasan kita dalam memperjuangkan agama yang agung ini? Adakah alasan yang dapat menjauhkan kita dari kewajiban berjihad (berjuang dengan sungguh-sungguh)? Sungguh tak ada satu pun yang demikan. Maka, majulah dalam keteguhan, bersatulah dalam ketaatan, dan berjuanglah dalam mencari ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Wallahu’alam.

Friday, March 9, 2018

Ini Dia Ramuan Yang Insya Allah Bisa Menyembuhkan Kanker


‎‎‎
Baking Soda kills CANCER ‎
https://www.youtube.com/watch?v=Grtrm8tk4d4

Pak Vernon di Amerika Serikat itu menunjukkan bagaimana ia membuat ramuan soda kue yang dicampur dengan molasses atau sirup maple. 

Kemudian kami baca pengalamannya sembuh dari sakit kanker pada artikel My Dance With Cancer, My Story pada

http://phkillscancer.com/

Pak Vernon terserang kanker prostat stadium 4 yang sudah menjalar sampai ke tulang. Jadi, kanker prostat dan kanker tulang. Putranya Jai memberi ide agar ia mencoba konsumsi soda kue karena bahan ini membuat tubuh yang bersifat asam dapat berubah menjadi basa / alkalis. 

Sel kanker tidak betah menetap pada organ tubuh yang bersifat basa. Ternyata zat-zat berkhasiat pada soda kue mampu membasmi sel-sel kanker.

Banyak orang terpesona mendengar kisah sukses Vernon menyembuhkan sakit kanker stadium 4.
‎Tak perlu operasi kanker prostat. Tak perlu kemoterapi yang bisa berefek macam-macam, termasuk merontokkan rambut. 
‎
Ternyata rahasia suksesnya tersembunyi di soda kue, bahan untuk membuat beragam kue. Hanya 10 hari mengkonsumsi ramuan soda kue buatannya ia memeriksakan diri ke dokter. 

Dokter melakukan scan kanker tulang dan hasilnya menggembirakan. Setelah rutin mengkonsumsi ramuannya, akhirnya ia selamat.

Ternyata sudah banyak kesaksian pasien macam-macam kanker yang sembuh dengan mengikuti resep Vernon. 

Sayang, sirup maple sulit didapat di tanah air, kecuali di supermarket besar di mal-mal di kota besar. anabustami.blogspot.com

Akhirnya kami sampai ke cerita seorang wanita Indonesia yang mencoba resep Vernon tapi ia ganti sirup maple yang manis dengan madu.

Sirup maple atau madu berfungsi membantu natrium bikarbonat pada soda kue menembus sel-sel kanker. Soda kue yang mengandung natrium bikarbonat membantu meningkatkan pH (kadar asam-basa) sehingga organ-organ tubuh lebih bersifat basa (alkalis), tidak asam, meningatkan kadar oksigen dan karbon dioksida dalam tubuh.

Tubuh yang bersifat basa atau alkalis mematikan sel-sel kanker yang tumbuh subur pada tubuh yang bersifat asam. 

Selain itu, tubuh yang bersifat basa / alkalis membuat anda tidak mudah terserang berbagai penyakit yang lain.

Dari penjelasan Vernon pada videonya dan dengan mengganti molasse atau sirup maple dengan madu, resep vernon dapat diringkas sbb:

Alat dan bahan yang perlu disiapkan:

🔴 Kompor
🔴 Air 1 cangkir‎
🔴 Soda kue : 
      2 Sendok teh
🔴 Madu : 
      2 Sendok teh

Langkah membuat :

1. Siapkan panci di atas kompor.

2. Masukkan air 1 cangkir, lalu nyalakan kompor.

3. Masukkan soda kue 2 sendok teh, lalu aduklah.

4. Masukkan madu 2 sendok teh, lalu aduklah sampai rata. Memasak ramuan ini singkat saja. Tidak perlu lama. Matikan api.

5. Tuang ramuan ini ke dalam gelas. Biarkan sampai agak dingin, lalu minumlah. 

Minumlah 1x sehari. 
Lalu tingkatkan 2x sehari sampai hari ke-10. 

Dan akhirnya 3x sehari pada hari selanjutnya.

Waktu mencoba ramuan ciptaannya ini ia merasa sakit kepala dan keringat pada malam hari. 
Gejala pada tiap orang itu berbeda-beda sesuai dengan daya tanggap tubuh dan kondisi kesehatan tiap orang. 

Menurut Pak Vernon, anda bisa saja minum ramuan tanpa dimasak atau dimasak. 

Dosis dan frekuensi minum per hari juga dapat anda sesuaikan dengan reaksi tubuh anda. Tidak perlu bahwa tubuh anda itu harus selalu bersifat basa atau alkalis. 

Tubuh yang bersifat asam pun diperlukan untuk memproses makanan di lambung. 

Untuk itu, minumlah ramuan ini 2 JAM sebelum atau sesudah makan.

Kalau ada saudara, anggota keluarga atau teman yang menderita sakit kanker maka sudah saatnya memakai resep ini, karena sangat ampuh dalam membunuh semua jenis kanker di dalam tubuh kita...

*koment dan bagikan*
Moga bermanfaat . . .


Thursday, March 8, 2018

Rasulullah Dan Pemilik Pohon Kurma Yang Pelit



Pada masa Rasulullah saw ada seorang yang pelit. Orangnya kaya. Ada sebuah pohon korma yang mayangnya menjulur ke tetangganya yang miskin dan mempunyai banyak anak . Si orang kaya tersebut tega merampas korma yang jatuh ketanah yang diambil anaknya. Padahal setiap hari orang miskin tersebut pasti melewati rumahnya .
Orang miskin tersebut kemudian mengadu kepada Rasulullah saw . Beliaupn menyangggupi dan akan menyelesaikan persoalan tersebut . Lalu Rasulullah menemui pemilik pohon kurma tersebut . anabustami.blogspot.com
” Saudara , pohon kurmamu yang mayangnya menjulur ke tetanggamu yang tidak punya itu berikanlah kepadaku . Sebagai imbalannya, engkau akan mendapatkan pohon kurma di surga nanti , ” sabda Rasulullah . Kemudian si pemilik pohon kurma itu menjawab, ” Ya Rasulullah hanya seperti itukah tawaranmu . Aku memiliki banyak pohon kurma , tetapi yang paling lebat buahnya hanyalah pohon kurma yang engkau minta, ” ungkap orang pelit tersebut yang kemudian bernajak pergi .

Namun pembicaraan tersebut ternyata didengar oleh seorang dermawan yang kaya. Ia langsung menghadap Rasulullah dan berkata , ” Wahai Rasulullah apakah tawaran tersebut berlaku untukku , sekiranya pohon kurma yang mayangnya menjulur ke tetangganya itu menjadi milikku . ” Rasulullah pun menjawab, ” Ya berlaku untukmu pula. ”
Dengan girang sang dermawan itu menemui pemilik kurma . ” Apakah engaku akan menjual kurma yang dijanjikan akan diganti di surga oleh Allah , ” tanya sang dermawan . Pemilik pohon kurmapun menjawab, ” Tidak kecuali ada orang yang sanggup memenuhi keinginanku .” Ke mudian sang dermawanpun berkata ,” Berapa harga yang engkau inginkan?”. Si pemilik kurmapun berkata ,” Aku ingin pohon kurma itu ditukar dengan empatpuluh pohon kurma kurma lain yang lebat buahnya.” Mendengar jawaban tersebut sang dermawan terdiam sejenak dan kemudian berkata , ” Kamu meminta sesuatu diluar kewajaran , namun aku akan penuhi apa yang menjadi permintaanmu . Datangkan saksi dan aku akan menukar pohon kurmamu itu dengan empat puluh pohon kurma milikku . ”
Setelah transsaksi selesai , sang dermawan menjumpai Rasulullah dan berkata , ” Ya Rasulullah pohon kurma yang engkau kehendaki telah menjadi milikku . Mulai saat ini aku serahkan kepadamu . ” Dengan senang hati dan girang Rasululllah menerimanya dan segera pergi ke tempat orang miskin yang mengadukan pemilik pohon kurma . “ Saudara ambillah pohon kurma itu untukmu beserta keluarga , ” sabda Rasulullah . Dengan rasa syukur yang liar biasa, orang miskin tersebut menerima pemberian Rasulullah . Ia tidak menyangka pohon itu milikknya.

Dalam buku Muslimah dan Bidadari karya KH Mujab Mahalli peristiwa tersebut menjadi latar belakang turunnya ayat al Quran surat Al Lail : 5 - 11 yang artinya , ” Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah dan bertakwa , serta membenarkan yang baik maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah . Sedang orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami menyiapkan baginya jalan yang sukar , dan hartanya tidak bermanfaat bagi dirinya apabila ia telah binasa . ” newstribunakurat.blogspot.com

Cerita

Kisah Keberanian Syekh Umar Mukhtar Di Depan Hakim Italia

sumber foto : google Di Depan Hakim Penjajah (Italia), Syekh Umar Mukhtar: Jari Telunjuk Yang Mengacung La IIlaha Ilallah Tak Menulis Kalima...