Tuesday, February 27, 2018

Bertutur Kata lah Dengan Baik, Bermanfaat Serta Penuh Kesopanan




           Segala puji bagi Allah, Rabb yang berhak disembah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.
Semakin maju zaman, semakin manusia menjauh dari akhlaq yang mulia. Perangai jahiliyah dan kekasaran masih meliputi sebagian kaum muslimin. Padahal Islam mencontohkan agar umatnya berakhlaq mulia, di antaranya adalah dengan bertutur kata yang baik. Akhlaq ini semakin membuat orang tertarik pada Islam dan dapat dengan mudah menerima ajakan. Semoga Allah menganugerahkan kepada kita perangai yang mulia ini.
Perintah Allah untuk Berlaku Lemah Lembut
Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﺍﺧْﻔِﺾْ ﺟَﻨَﺎﺣَﻚَ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ

“ Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. ” (QS. Al Hijr: 88)

Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi mengatakan, “’ Berendah dirilah ‘ yang dimaksud dalam ayat ini hanya untuk mengungkapkan agar seseorang berlaku lemah lembut dan tawadhu’ (rendah diri).” 1 Jadi sebenarnya ayat ini berlaku umum untuk setiap perkataan dan perbuatan, yaitu kita diperintahkan untuk berlaku lemah lembut. Ayat ini sama maknanya dengan firman Allah Ta’ala ,

ﻓَﺒِﻤَﺎ ﺭَﺣْﻤَﺔٍ ﻣِّﻦَ ﺍﻟﻠﻪ ﻟِﻨﺖَ ﻟَﻬُﻢْ ﻭَﻟَﻮْ ﻛُﻨْﺖَ ﻓَﻈّﺎً ﻏَﻠِﻴﻆَ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻻَﻧْﻔَﻀُّﻮﺍْ ﻣِﻦْ ﺣَﻮْﻟِﻚَ

“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. ” (QS. Ali Imron: 159).

Yang dimaksud dengan bersikap keras di sini adalah bertutur kata kasar. 2 Dengan sikap seperti ini malah membuat orang lain lari dari kita.
Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Berlaku lemah lembut inilah akhlaq Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang di mana beliau diutus dengan membawa akhlaq yang mulia ini.” 3
Keutamaan Bertutur Kata yang Baik
Pertama: Sebab Mendapatkan Ampunan dan Sebab Masuk Surga
Dari Abu Syuraih, ia berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ، ﺩُﻟَّﻨِﻲ ﻋَﻠَﻰ ﻋَﻤِﻞٍ ﻳُﺪْﺧِﻠُﻨِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ

“ Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga. ” Beliau bersabda,

ﺇِﻥَّ ﻣِﻦْ ﻣُﻮﺟِﺒَﺎﺕِ ﺍﻟْﻤَﻐْﻔِﺮَﺓِ ﺑَﺬْﻝُ ﺍﻟﺴَّﻼﻡِ، ﻭَﺣُﺴْﻦُ ﺍﻟْﻜَﻼﻡِ

“ Di antara sebab mendapatkan ampunan Allah adalah menyebarkan salam dan bertutur kata yang baik. ” 4

Kedua: Mendapatkan Kamar yang Istimewa di Surga Kelak
Dari ‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar.” Kemudian seorang Arab Badui bertanya, “Kamar-kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa, wahai Rasulullah?” Beliau pun bersabda,

ﻟِﻤَﻦْ ﺃَﻃَﺎﺏَ ﺍﻟْﻜَﻼَﻡَ ﻭَﺃَﻃْﻌَﻢَ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺃَﺩَﺍﻡَ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡَ ﻭَﺻَﻠَّﻰ ﻟِﻠَّﻪِ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻭَﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻧِﻴَﺎﻡٌ

“ Kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa saja yang tutur katanya baik, gemar memberikan makan (pada orang yang butuh), rajin berpuasa dan rajin shalat malam karena Allah ketika manusia sedang terlelap tidur. ” 5
Ketiga: Bisa menggantikan Sedekah
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺍﻟْﻜَﻠِﻤَﺔُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒَﺔُ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ

“ Tutur kata yang baik adalah sedekah. ” 6
Dari ‘Adi bin Hatim, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻭَﻟَﻮْ ﺑِﺸِﻖِّ ﺗَﻤْﺮَﺓٍ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﺗَﺠِﺪُﻭﺍ ﻓَﺒِﻜَﻠِﻤَﺔٍ ﻃَﻴِّﺒَﺔٍ

“ Selamatkanlah diri kalian dari siksa neraka, walaupun dengan separuh kurma. Jika kalian tidak mendapatkannya, maka cukup dengan bertutur kata yang baik. ” 7

Ibnul Qayyim mengatakan, “Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
menjadikan tutur kata yang baik sebagai pengganti dari sedekah bagi yang tidak mampu untuk bersedekah.” 8

Ibnu Baththol mengatakan, “Tutur kata yang baik adalah sesuatu yang dianjurkan dan termasuk amalan kebaikan yang utama. Karena Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam (dalam hadits ini) menjadikannya sebagaimana sedekah dengan harta. Antara tutur kata yang baik dan sedekah dengan harta memiliki keserupaan. Sedekah dengan harta dapat menyenangkan orang yang diberi sedekah. Sedangkan tutur kata yang baik juga akan menyenangkan mukmin lainnya dan menyenangkan hatinya. Dari sisi ini, keduanya memiliki kesamaan (yaitu sama-sama menyenangkan orang lain).” 9
Keempat: Menyelematkan Seseorang dari Siksa Neraka
Dalilnya adalah hadits Adi bin Hatim di atas. Ibnu Baththol mengatakan, “Jika tutur kata yang baik dapat menyelamatkan dari siksa neraka, berarti sebaliknya, tutur kata yang kotor (jelek) dapat diancam dengan siksa neraka.” 10
Kelima: Dapat Menghilangkan Permusuhan
Ibnu Baththol mengatakan, “Ketahuilah bahwa tutur kata yang baik dapat menghilangkan permusuhan dan dendam kesumat. Lihatlah firman Allah Ta’ala,

ﺍﺩْﻓَﻊْ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﻴْﻨَﻚَ ﻭَﺑَﻴْﻨَﻪُ ﻋَﺪَﺍﻭَﺓٌ ﻛَﺄَﻧَّﻪُ ﻭَﻟِﻲٌّ ﺣَﻤِﻴﻢٌ

“ Tolaklah (kejelekan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. ” (QS. Fushilat: 34-35).

Menolak kejelekan di sini bisa dengan perkataan dan tingkah laku yang baik.” 11
Sahabat yg mulia, Ibnu ‘Abbas –
radhiyallahu ‘anhuma – mengatakan, “Allah memerintahkan pada orang beriman untuk bersabar ketika ada yang membuat marah, membalas dengan kebaikan jika ada yang buat jahil, dan memaafkan ketika ada yang buat jelek. Jika setiap hamba melakukan semacam ini, Allah akan melindunginya dari gangguan setan dan akan menundukkan musuh-musuhnya. Malah yang semula bermusuhan bisa menjadi teman dekatnya karena tingkah laku baik semacam ini.”
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Namun yang mampu melakukan seperti ini adalah orang yang memiliki kesabaran. Karena membalas orang yg menyakiti kita dengan kebaikan adalah suatu yang berat bagi setiap jiwa.” 12
Berlaku Lemah Lembut Bukan Berarti Menjilat
Perlu dibedakan antara berlaku lemah lembut dengan tujuan membuat orang tertarik dan berlaku lembah lembut dengan maksud menjilat. Yang pertama ini dikenal dengan mudaroh yaitu berlaku lemah lembut agar membuat orang lain tertarik dan tidak menjauh dari kita. Yang kedua dikenal dengan
mudahanah yaitu berlaku lemah lembut dalam rangka menjilat dengan mengorbankan agama. Sikap yang kedua ini adalah sikap tercela sebagaimana yang Allah firmankan,

ﻭَﺩُّﻭﺍ ﻟَﻮْ ﺗُﺪْﻫِﻦُ ﻓَﻴُﺪْﻫِﻨُﻮﻥَ

“ Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu). ” (QS. Al Qalam: 9)

Ibnu Jarir Ath Thobari menafsirkan ayat di atas, “Wahai Muhammad, orang-orang musyrik tersebut ingin kalian berlaku lembut pada mereka (dengan mengorbankan agama kalian) dengan memenuhi seruan untuk beribadah kepada sesembahan mereka. Jika kalian demikian, maka mereka akan berlaku lembut pada kalian dalam ibadah yang kalian lakukan pada sesembahan kalian.” 13
Oleh karenanya, orang yang bersikap mudaroh akan berlemah lembut dalam pergaulan tanpa meninggalkan sedikitpun prinsip agamanya. Sedangkan orang yang bersikap mudahin, ia akan berusaha menarik simpati orang lain dengan cara meninggalkan sebagian dari prinsip agamanya.
Hendaknya kita bisa memperhatikan perbedaan antara mudaroh dan
mudahanah . Lemah lembut yang dituntunkan adalah dalam rangka membuat orang tertarik dengan akhlaq kita yang baik. Sikap pertama inilah yang akan membuat orang menerima dakwah, namun tetap dengan mempertahankan prinsip-prinsip beragama. Sedangkan lemah lembut yang tercela adalah jika sampai mengorbankan sebagian prinsip beragama dan mendiamkan kemungkaran tanpa adanya pengingkaran minimalnya dengan hati.
Semoga Allah senantiasa menganugerahkan kepada kita tutur kata yang baik dan akhlaq yang mulia. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Rumaysho.com
Diselesaikan dengan anugerah Allah di Panggang-Gunung Kidul, 24 Muharram 1431 H

Footnote:
1 Adhwaul Bayan, Muhammad Al Amin Asy Syinqithi, 3/238, Dar Ilmi Al Fawaid.
2 Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim , Ibnu Katsir, 3/233, Muassasah Qurthubah.
3 Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim , 3/232,
4 HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir no. 469 (Maktabah Al ‘Ulum wal Hikam, cetakan kedua, 1404 H). Al ‘Iroqi dalam Takhrij Al Ihya’ (2/246) mengatakan bahwa sanad hadits ini
jayyid (bagus). Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah (1035) mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih dan perowinya terpercaya.
5 HR. Tirmidzi no. 1984 dan Ahmad (1/155). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.
6 HR. Ahmad (2/316) dan disebutkan oleh Al Bukhari dalam kitab shahihnya secara mu’allaq (tanpa sanad). Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim.
7 HR. Bukhari no. 6023 dan Muslim no. 1016.
8 ‘Iddatush Shobirin wa Dzakhirotusy Syakirin , Ibnu Qayyim Al Jauziyah, hal. 109, Mawqi’ Al Waroq
9 Syarh al Bukhari , Ibnu Baththol, 17/273, Asy Syamilah.
10 Syarh al Bukhari, 4/460.
11 Syarh al Bukhari, 17/273.
12 Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim , 12/243.
13 Tafsir Ath Thobari, Ibnu Jarir Ath Thobari, 23/157, Tahqiq: Dr. Abdullah bin Abdil Muhsin At Turki, Dar Hijr.

Monday, February 26, 2018

Jeritan Hamba Yang Shalat diPenghujung Waktu



Para Malaikat menyeretnya melewati orang banyak, menuju ke arah api neraka yang menyambar-nyambar.

Dia menjerit sekuat tenaga dan bertanya-tanya barangkali ada orang yang mampu membantunya.

Dia menjerit lagi sambil menyebutkan semua kebaikan yang telah dia lakukan; bagaimana dia sering membantu orangtuanya. Bagaimana dia tidak pernah tertinggal puasanya, tidak pernah meninggalkan shalatnya, selalu bersedekah dan rajin membaca al-Quran.

Dia terus menjerit lagi, namun tidak ada seorangpun yang tampil membantunya.

Para malaikat terus menyeret dia. Dan … mereka semakin dekat dengan kawah api neraka.

Dia menoleh ke belakang dan ini harapannya yang terakhir. Dia teringat …

Tidak! Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Bagaimana bersihnya seseorang yang mandi di sungai lima kali sehari dari kotoran, begitu juga bersihnya orang yang melaksanakan shalat lima kali sehari dari dosa-dosa mereka”

Dia menjerit lagi sekuat tenaga:

“Solat saya? Solat saya? Doa saya?”

Kedua malaikat tidak berhenti, dan terus menyeretnya ke tepi jurang neraka. Kembang api neraka yang membubung terasa menyambar mukanya.

Dia menoleh ke belakang lagi, tapi matanya telah kering dari setiap harapan dan dia tidak memiliki apa-apa lagi yang tinggal di dalam dirinya.

Salah satu malaikat menolak dia dan memasukan ke kawah neraka.

Dia mandapati dirinya terus melayang dan akhirnya jatuh ke dalam kawah api neraka yang menjulang tinggi selama 70 tahun.

Setelah 70 tahun sengsara dibakar api, tiba-tiba terasa tangannya diraih oleh satu lengan.

Dia ditarik kembali ke atas.

Ketika dia mengangkat kepalanya, dia melihat seorang pria yang sangat tua dengan jenggot putih yang panjang memegang tangannya.

Pria itu kelihatannya sangat daif.

Sambil menyapu debu di tubuhnya dia bertanya pada pria tua itu:

“Siapakah anda?”

Orang tua itu menjawab: “Akulah sholat anda”

“Mengapa kamu begitu terlambat bantu saya? Wahai shalatku, saya telah terjerumus ke dalam api neraka selama 70 tahun! Kenapa setelah tubuh saya hangus dan hampir hancur baru kamu datang selamatkan saya ? kenapa …?.”

Orang tua itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan berkata:

“Apakah kau lupa? Selama hidup di dunia dulu kamu selalu laksanakan saya pada saat-saat akhir !!”

“Setiap kali Maghrib kamu fokus pada sinetron tv dulu ..

“Dzuhur kamu lewat, kamu lebih mementingkan kerja daripada saya. Sholat ashar dan subuh juga selalu diujung waktu.

“Kamu ingatkah itu semua ??”

Penjelasan pria tua itu mengejutkannya dari tidur …

Dia terjaga dan mengangkat kepalanya dari tidur. Seluruh tubuhnya basah oleh keringat ketakutan …
Ya Allah.. Aku mimpi…

Tapi seperti nyata ..
Ketika itu juga ia mendengar suara adzan di kumandangkan menandai masuknya waktu shalat ashar.
Dia bangun dengan cepat dan mengambil wudhu. Dia berjanji tidak akan melalaikan shalat lagi. Dia menyadari kesalahannya sekarang. Dia telah mendapat petunjuk yang maha benar.

Rasulullah S.A.W bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

**bila bermanfaat tolong dibagikan & tinggalkan komentar untuk kami perbaiki diri**

Sunday, February 25, 2018

Jangan Sampai Tergelincir ke Neraka



Nu'man bin Tsabit atau yang biasa kita kenal dengan Imam Abu Hanifah rahimahullah Ta'ala, pernah berjalan bertentangan arah dengan seorang budak kecil yang berjalan mengenakan terompah kayu.

Si imam berkata: "Jaga-jaga Nak dengan terompah kayumu itu, jangan sampai kamu tergelincir."

Budak ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.

"Bolehkah saya tahu namamu, Tuan?" tanya si budak kecil itu tadi.

"Nu'man namaku", jawab si imam.

"O.. jadi, tuankah yang selama ini terkenal dengan gelaran Al-Imam Al-A'zhom (Imam agung) itu..?", tanya si budak.

"Bukan aku yang memberi gelaran itu. Masyarakatlah yang berprasangka baik dan memberi gelaran itu kepadaku", jawab si Imam.

"Wahai si Imam, berhati-hatilah dengan gelaranmu. Jangan sampai tuan tergelincir ke neraka kerana gelaran itu. Terompah kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tetapi gelaranmu itu dapat menjerumuskan kamu ke dalam api yang kekal JIKA KESOMBONGAN dan KEANGKUHAN menyertainya..."

Ulama besar yang diikuti banyak umat Islam itupun tersungkur menangis menerima nasihat 'tajam' daripada seorang budak kecil...

Imam Abu Hanifah rahimahullah Ta'ala (Hanafi) bersyukur. Siapa sangka, peringatan yang begitu dalam maknanya, justeru ia datang dari lidah seorang budak.

Betapa banyak manusia yang tertipu kerana PANGKAT, tertipu kerana KEDUDUKAN, tertipu kerana GELARAN atau TITLE, tertipu kerana POSISI YANG 'DIMULIAKAN', tertipu kerana STATUS SOSIAL, tertipu kerana sebutan gelar TAN SRI/ DATUK SERI/ DATIN/ HAJI/ HAJJAH, USTAZ, TUAN/ PUAN, SYEIKH, DOKTOR dan sebagainya.

Marilah kita berhati-hati dan TERUS SALING MENGINGATKAN agar jangan sampai kita tergelincir...

Jangan sampai kita menjadi angkuh dan sombong kerana gelaran, pangkat, status sosial dan kebesaran di dunia.

Ingatlah...
"Sepasang tangan yang menarik kita takkala terjatuh lebih kita percayai dari seribu tangan yang menyambut kita takkala tiba di puncak kejayaan.."

Mari kita hubungi sahabat-sahabat kita...
Kerana sahabat yg baik adalah pelita di kegelapan..
Kadang cahayanya baru terasa ketika dunia terasa gelap.

Ketahuilah...
"TIDAK AKAN MASUK SYURGA orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji sawi." 
(Hadis riwayat Muslim).

JANGAN MEREMEHKAN NASIHAT, WALAUPUN DATANGNYA DARIPADA SEORANG 'BUDAK HINGUSAN'.

انظر ما قال ولا تنظر من قال

Tuesday, February 6, 2018

Anda Pelajar, Baca Do'a Ini



Ilmu bisa menjadi penerang bagi setiap manusia dalam menjalani kehidupan. Dengan ilmu, setiap orang mampu mengatasi hambatan yang dia hadapi.

Tetapi, bukan berarti semua ilmu mudah diserap. Ada kondisi tertentu yang membuat seorang pembelajar tidak gampang menguasai ilmu.

Dalam kondisi ini, seorang pembelajar disarankan untuk menginstropeksi diri. Karena pemahaman akan suatu ilmu sejatinya datang dari Allah SWT.

Untuk itu, dianjurkan bagi para pembelajar agar membaca doa ini sebelum memulai aktivitas belajarnya.



Allahummarzuqna fahman nabiyyina wa hifdhal mursalina wa ilhamal malaikatil muqarrabin birahmatika ya arhamar rahimina

Artinya:

'Ya Allah, anugerahilah kami pemahaman para nabi, hafalan para rasul, dan ilhamnya para malaikat yang dekat (dengan-Mu), sebab kasih sayang-Mu, wahai Dzat yang Mahapengasih.
( Baca Juga Ini dia bisnis yang cocok untuk ibu rumah tangga )

Saturday, February 3, 2018

Ini Dia Bisnis Yang Cocok Untuk Ibu Rumah Tangga


Siapa bilang ibu rumah tangga tidak bisa menghasilkan uang? Ada banyak bisnis yang mudah dan bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah.

Sekarang mulai banyak lho wanita pekerja yang memutuskan untuk berhenti bekerja. Menjadi ibu rumah tangga sekaligus berbisnis. Terima kasih kepada kemajuan teknologi yang membuat kita bisa berbisnis tanpa keluar dari rumah.

Meski dikerjakan dari rumah, uang yang didapat terbilang lumayan lho. Hitung-hitung bisa untuk menambal kebutuhan hidup sehari-hari.

Yuk tengok profesi apa saja yang bisa digarap dari rumah, siapa tahu cocok:

1. Menjual produk kecantikan.

Sebagai perempuan, Anda menyukai semua hal yang berbau dengan kecantikan. Hobi favorit ini bisa dijadikan sebagai bisnis di rumah. Produk kecantikan bisa dibeli dari agen dan distributor resmi dan bisa dijual kembali (tentunya dengan marjin tertentu). Penjualannya bisa dilakukan lewat online, lho.

2. Berbisnis warung makan.

Nah, ide bisnis ini cocok bagi ibu-ibu yang tinggal di lingkungan kampus, kos-kosan, atau perkantoran, apalagi jika punya kemampuan memasak. Insya Allah, bisnis warung makan bisa membantu dapur tetap mengebul dan menutup biaya SPP anak. Keuntungannya bisa mencapai Rp3 juta-Rp5 juta per hari. ( Baca Juga Dibalik Kenikmatan Suami Istri )

3. Jualan online.

Produk yang dijual tidak harus produk kecantikan, tetapi juga baju, hijab, atau tas anak—tergantung minatnya yang mana. Anda cukup menjadi reseller dan bisa memasarkan produk lewat media sosial. Perlu diingat, Sahabat Dream akan mendapatkan komisi untuk setiap produk yang berhasil dijual. Mudah, kan?

4. Membuka tempat les di rumah untuk anak-anak sekolah.

Senang mengajar dan punya kemampuan akademik bisa mendorong untuk membuka tempat les. Jika bisnis les diminati banyak orang, tak ada salahnya merekrut tenaga pengajar yang kompeten dan profesional. ( Baca juga Baca Ini Saat Anak Lahir )

5. Menjadi penulis lepas.

Wah, cocok, nih, untuk yang punya minat dan kemampuan menulis, baik artikel berita maupun narasi. Anda bisa menyalurkannya sebagai penulis artikel blog atau website. Profesi ini menawarkan penghasilan yang menjanjikan. Ada beberapa media online yang memerlukan penulis artikel yang konsisten. Nah, peluang ini bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan uang. ( Baca juga Deteksi Kesombongan Sejak Dini )

Ayo dipilih profesi mana yang akan anda jalani . . .

Sunday, January 28, 2018

Ini Yang Harus diLakukan Ketika Kita Menemukan Sesuatu


Dalam istilah fikih, luqathah didefinisikan dengan barang yang ditemukan di tempat terbuka (bukan di tempat terjaga) di mana pihak penemu barang tidak mengetahui pemiliknya. Syekh Ahmad bin Umar As-SyathirSyekh Ahmad bin Umar As-Syathiri i menegaskan:
ﻭَﺷَﺮْﻋًﺎ ﻣَﺎ ﻭُﺟِﺪَ ﻣِﻦْ ﺣَﻖٍّ ﻣُﺤْﺘَﺮَﻡٍ ﻏَﻴْﺮَ ﻣُﺤْﺮَﺯٍ ﻟَﺎ ﻳَﻌْﺮِﻑُ ﺍﻟْﻮَﺍﺟِﺪُ ﻣُﺴْﺘَﺤِﻘَّﻪُ
Artinya, “Menurut syara’, luqathah adalah barang yang ditemukan berupa hak yang dimuliakan di tempat yang tidak terjaga di mana penemu barang tidak mengetahui orang yang berhak atas barang tersebut,” (Lihat Syekh Ahmad bin Umar As-Syathiri, Al-Yaqutun Nafis, Jeddah, Darul Minhaj, cetakan ketiga, 2011 M, halaman 505).
Dalam komentarnya atas kitab di atas, Syekh Muhammad bin Ahmad bin Umar As-Syathiri mengatakan:
ﻓَﻠَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﺷَﺨْﺺٌ ﻳَﻤْﺸِﻲْ ﻓِﻲ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳْﻖِ ﻓَﻮَﺟَﺪَ ﻣَﺜَﻠًﺎ ﺣَﻘِﻴْﺒَﺔً ﻣَﺮْﻣِﻴَّﺔً ﻋَﻠَﻰ ﺟَﺎﻧِﺐِ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳْﻖِ ﻭَﺑِﺪَﺍﺧِﻠِﻬَﺎ ﻧُﻘُﻮْﺩٌ ﺃَﻭْ ﻭَﺟَﺪَ ﺇِﻧَﺎﺀً ﺃَﻭْ ﻛِﺘَﺎﺑًﺎ ﻭَﺻَﺎﺣِﺒُﻪُ ﻏَﻴْﺮُ ﻣَﻌْﺮُﻭْﻑٍ ﻓَﻬَﺬَﺍ ﺍﻟْﻌَﻴْﻦُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺟُﻮْﺩَﺓُ ﺗُﺴَﻤَّﻰ ﻟُﻘَﻄَﺔً ﻟِﺄَﻥَّ ﻟَﺎﻗِﻄَﻬَﺎ ﻟَﺎ ﻳَﻌْﺮِﻑُ ﻣَﺎﻟِﻜَﻬَﺎ .
Artinya, “Apabila seseorang berjalan di jalan kemudian menemukan tas yang tergeletak di tepi jalan dan di dalamnya terdapat emas, atau ia menemukan bejana atau buku, sementara pemiliknya tidak diketahui, maka barang yang ditemukan ini disebut dengan luqathah, sebab penemu barang tersebut tidak mengetahui pemiliknya,” (Lihat Syekh Muhammad bin Ahmad bin Umar As-Syathiri, Syarah Al-Yaqutun Nafis, Jeddah, Darul Minhaj, cetakan ketiga, 2011 M, halaman 505).
Mengenai hukumnya, wajib bagi pihak penemu yang mengambilnya untuk mengetahui ciri-ciri barang tersebut dan menjaganya di tempat yang aman sampai ditemukan pemiliknya. Setelah mengetahui ciri-cirinya, ia wajib mengumumkannya selama setahun. Tempat pengumuman bisa dilakukan di manapun seperti masjid, pasar atau tempat-tempat ramai lainnya. Atau dapat juga dishare melalui media sosial.
Selanjutnya, bila ditemukan pemiliknya, ia wajib menyerahkan kepadanya. Namun, bila setelah satu tahun diumumkan tidak kunjung ditemukan pemiliknya, pihak penemu emas atau perak tersebut diperkenankan untuk memilih di antara dua opsi.
Pertama, memilikinya dengan shighat pengambilalihan hak milik seperti “Saya memiliki emas/ perak ini.” Setelah diucapkan shighat, secara otomatis barang tersebut menjadi hak penuh penemu. Ia boleh menggunakannya secara pribadi atau disedekahkan.
Kedua, tetap menyimpannya sampai ditemukan pemiliknya. Opsi kedua ini bila penemu barang tidak menghendaki untuk memiliki barang yang ia temukan. Dalam teknik penyimpanan atau penjagaan, terdapat perbedaan di antara ulama. Menurut Syekh Zainuddin Al-Malibari dan Syekh Zakariyya Al-Anshari dalam Syarh At-Tahrir, barang tersebut dijual dan uang penjualannya disimpan. Sedangkan menurut Syekh Ibnu Qasim Al-Ubbadi, Syekh Khatib As-Syarbini, dan Syekh Ibrahim Al-Baijuri, barang tersebut tidak dijual, namun disimpan sebagaimana kondisi semula.
Syekh Zainuddin Al-Malibari mengatakan:
ﻟَﻮِ ﺍﻟْﺘَﻘَﻂَ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻟَﺎ ﻳُﺨْﺸَﻰ ﻓَﺴَﺎﺩُﻩُ ﻛَﻨَﻘْﺪٍ ﻭَﻧُﺤَﺎﺱٍ ﺑِﻌِﻤَﺎﺭَﺓٍ ﺃَﻭْ ﻣَﻔَﺎﺯَﺓٍ ﻋَﺮَّﻓَﻪُ ﺳَﻨَﺔً ﻓِﻲْ ﺍﻟْﺄَﺳْﻮَﺍﻕِ ﻭَﺃَﺑْﻮَﺍﺏِ ﺍﻟْﻤَﺴَﺎﺟِﺪِ ﻓَﺈِﻥْ ﻇَﻬَﺮَ ﻣَﺎﻟِﻜُﻪُ ﻭَﺇِﻟَّﺎ ﺗَﻤَﻠَّﻜَﻪُ ﺑِﻠَﻔْﻆِ ﺗَﻤَﻠَّﻜْﺖُ ﻭَﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺑَﺎﻋَﻪُ ﻭَﺣِﻔَﻆَ ﺛَﻤَﻨَﻪُ
Artinya, “Apabila seseorang menemukan barang yang tidak rentan rusak seperti emas atau perak dan tembaga, di keramaian atau di hutan, maka ia wajib mengumumkannya selama satu tahun di pasar-pasar dan pintu-pintu masjid. Bila kemudian jelas pemiliknya, maka wajib dikembalikan. Bila tidak, maka ia dapat memiliknya dengan lafazh ‘Saya memiliki.’ Bisa juga dengan menjualnya dan menyimpan uang hasil penjualan benda tersebut,” (Lihat Syekh Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu’in , Hamisy I’anatut Thalibin , Surabaya, Al-Haramain, tanpa keterangan tahun, juz III, halaman 250).
Mengomentari pendapat Syekh Zainuddin Al-Malibari di atas, Syekh Abu Bakar bin Syatha mengatakan:
ﻗَﻮْﻟُﻪُ ﻭَﺇِﻥْ ﺷَﺎﺀَ ﺑَﺎﻋَﻪُ ﻭَﺣِﻔَﻆَ ﺛَﻤَﻨَﻪُ ‏) ﻣِﺜْﻠُﻪُ ﻓِﻲْ ﺷَﺮْﺡِ ﺍﻟﺘَّﺤْﺮِﻳْﺮِ . ﻭَﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺻَﺮَّﺡَ ﺑِﻪِ ﺳﻢ ﻭَﺍﻟْﺨَﻄِﻴْﺐُ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺑِﻲْ ﺷُﺠَﺎﻉٍ ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﻳُﺒَﺎﻉُ ﻓِﻲْ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟْﺤَﺎﻟَﺔِ، ﺑَﻞْ ﻫُﻮَ ﻣُﺨَﻴَّﺮٌ ﺑَﻴْﻦَ ﺗَﻤَﻠُّﻜِﻪِ ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺣِﻔْﻈِﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺪَّﻭَﺍﻡِ، ﻭَﺻَﺮَّﺡَ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﺒَﺎﺟُﻮْﺭِﻱُّ ﺃَﻳْﻀًﺎ .
Artinya, “Ungkapan Syekh Zainuddin, bisa juga dengan menjualnya dan menyimpan uang hasil penjualan benda tersebut, pendapat ini senada dengan keterangan dalam Syarah At-Tahrir karya Syekh Zakariya Al-Anshari). Sedangkan pendapat yang ditegaskan Syekh Ibnu Qasim dan Al-Khatib Al-Syarbini atas matan Abu Syuja’, bahwa barang tersebut tidak dijual, namun penemu diperkenankan memilih antara memilikinya dan menjaganya untuk selamanya. Pendapat ini juga ditegaskan Syekh Al-Bajuri,” (Lihat Syekh Abu Bakar bin Syatha, I’anatut Thalibin , Surabaya, Al-Haramain, tanpa keterangan tahun, juz III, halaman 250).
Kami menyarankan emas atau perak yang ditemukan sebagaimana yang disampaikan penanya tidak diperkenankan langsung disedekahkan. Namun temuan itu harus terlebih dahulu diumumkan selama satu tahun, setelah itu boleh untuk dimiliki dengan shighat pengambilan hak alih kepemilikan. Dalam titik ini, pihak penemu memiliki hak penuh atas barang tersebut, termasuk menyedekahkannya.
Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan, semoga dapat dipahami dengan baik. Kami terbuka untuk menerima kritik dan saran.
Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalamu alaikum wr. wb.
(M Mubasysyarum Bih )

Muzakarah Ulama Aceh 28 Januari 2018 di Dayah Busnanul Huda Paya Pasi Aceh Timur


*Ringkasan Muzakarah Ulama Aceh 28 Januari 2018 di Dayah Busnanul Huda Paya Pasi Aceh Timur.*

Narasumber:
1. Abu Tu Min Blang Blahdeh
2. Abon Kota Fajar
3. Abu Kruet Lintang
4. Abu Kuta Krueng
5. Abi Lueng Angen
6. Waled NU Samalanga
7. Abu Madinah
8. Abi Daud Hasbi
9. Abu Langkawi
10. Abu Paya Pasi
11. Ayah Cot Trueng
12. Ayah Sop ( Tu sop)
13. Abu Blang Jruen ( Moderator)

1. Pemahaman Wahdatul Wujud.
Jawab:
     Wahdatul wujud Mahmudah (Boleh)
Paham yang menyatakan Allah sebagai pencipta, setiap melihat makhluk maka teringat bahwa Allah menciptakan makhluk itu. Paham ini juga dikatakan sebagai paham wahdatul syuhud.
     Wahdatul wujud Mazmumah ( Sesat)
Paham yang manyatakan bahwa Allah menyatu dengan makhluk, apabila melihat makhluk maka itulah Allah. ( Abu Tu Min, Abon Kota Fajar, Abu Madinah, Abu Krueng Lintang, Waled Nu)

2. Dhamir Hu pada Qulhuwallahu Ahad
Jawab:
Jumhur mufassirin menyatakan dhamir tersebut kembali kpd Allah, bukan kpd Muhammad SAW sesuai dengan asbab an-nuzulnya. (Abu Tu Min)

3. Aqidah yang wajib dipelajari oleh setiap Muslim agar sempurna Iman
Jawab:
Setiap muslim wajib bisa membedakan antara muhaddas dengan qadim ( Abon Kota Fajar).
Setiap muslim wajib mengetahui 'Itiqad 50, dalil ijmali dan dalil tafsili. Sifat Allah tidak terbatas hanya 20 saja tetapi sifat Allah sangat banyak sebagaimana dalam Al Qur an cuma yang wajib minimal dipelajari oleh setiap muslim adalah 20 sifat. (Ayah Cot Trueng)

4. Azan pada saat menguburkan jenazah
Dan Talqin Mayat.
Jawab:
Jumhur ulama tidak sunnah azan sa'at memguburkan mayit, tetapi ada pendapat ulama yg membolehkan. Sedangkan Talqin disunnahkan (Ayah Sop Jineib)

5. Bagaimana hukum menikahkan prempuan yg 'azal wali (tidak izin wali)
Jawab:
Boleh dengan syarat sbb:
1.Yang diajak menikah lakil-laki yg sekufu
2. 'Azal dibawah tiga kali.
3. Bahwa azal sudah ditanda tangani oleh hakim
4. Sudah dipinang oleh sekufu
5. Telah dita'yen oleh si premepuan akan calonnya.

Wali tiga kali tidak memberi izin maka dihitung pasek, dan siperempuan harus mencari wali ab'ad.

Jika satu atau dua kali saja, mka siperempuan boleh mencari wali sulthan atau hakim/qadhi.
(Abon Kota Fajar)

6. Persoalan ayah dan ibu nabi masuk neraka atau syurga. (Inna abi wa abaka finnar)
Jawab:
Ayah dan ibu Nabi terlepas dari api neraka karena beliau ahli fithrah (masa kekosongan kenabian). Bahkan belia berdua adalah mukmin karena ada hadis Rasulullah yang menyatakan bahwa Rasul berpindah ke sulbi yang suci kepada rahim yang suci, hal ini menunjukkan bahwa orang yg suci itulah orang mukmin. Dan ada hadis dari aisyah bahwa Rasul memohon kpd Allah agar menghidupkan kembeli orang tuanya dan beriman dengannya kemudian meninggal kembali. Dalam kitab Fatawa syekh Muhammad Ramli bahwa hadis yang menyatakan ayah ibu nabi dalam neraka telah mansukh dengan hadis aisyah diatas.

7. Bagaimana istilah Patah Putue dalam warisan harta pusaka.
Jawab:
Istilah patah tutue/ hijab dan mahjub dalam harta warisan, boleh diberikan sedikit dengan kesepakatan orang yg hadir atau izin yg bersangkutan.
Contoh, seseorang meninggalkan harta yang banyak dan meninggalkan seorang anak laki-laki dan cucu laki laki. Cucu laki laki terhijab dengan anak laki laki, maka boleh oleh anak laki-laki untuk memberikan sedikit harta secara sukarelanya kepada cucu laki-laki. (Waled Nu)

8. Transfusi darah dari orang kafir kpd orang Islam.
Jawab:
Boleh dilakukan transfusi darah dari non muslim kpd muslim untuk keperluan pengobatan/ darurat. (Abu Krueng Lintang)

Haram dan tidak boleh, karena darah si kafir apabila masuk dalam dalam tubuh orang muslim menjadi daging, dan daging menjadi tubuh, sedangkan tubuh kafir hanya layak api neraka. ( Abon Kota Fajar)

Tidak ada perbedaan antara dua pendapat diatas, dua2nya benar. Apabila membutuhkan karena darurat niscaya boleh/ shaheh (Abu Tu Min)

Catatan.
Muzakarah.

Muzakarah Ulama Aceh

Cerita

Kisah Keberanian Syekh Umar Mukhtar Di Depan Hakim Italia

sumber foto : google Di Depan Hakim Penjajah (Italia), Syekh Umar Mukhtar: Jari Telunjuk Yang Mengacung La IIlaha Ilallah Tak Menulis Kalima...